Mengapa Kita Bisa Mengalami Deja Vu?

Apa Penyebab Deja Vu itu?

Pernahkan kamu mengalami peristiwa dimana kamu merasa pernah mengalami suatu kejadian tertentu  sebelumnya secara persis? Sebagian besar orang pasti pernah mengalami hal ini atau yang sering kita sebut dengan déjà vu. Ketika mengalami déjà vu sering kali kita dibingungkan dengan mengingkat kapan dan dimana kita pernah mengalami hal tersebut serta berpikir apakah benar kita pernah mengalaminya. Sering kali déjà vu dikaitkan dengan mimpi atau kehidupan di masa lalu. Namun sebenarnya déjà vu bukanlah hal yang sulit dijelaskan secara ilmiah. Lalu apa sebenarnya déjà vu itu? Mengapa kita bisa mengalmi deja vu? Yu, kepoin di bawah ini.

Apa Itu Deja Vu?

source : geekpause.com
source : geekpause.com

Kata déjà vu itu sendiri berasal dari Bahasa Prancis yang berarti “pernah melihat”. Déjà Vu merupakan kondisi dimana kamu merasa familiar dengan suatu kejadian tertentu dan merasa kalau kamu pernah mengalami hal tersebut sebelumnya padahal mungkin kamu baru pertama kali mengalaminya. Déjà vu ini dialami oleh hampir 60-80% penduduk dunia.

Mengapa Kita Bisa Mengalami Déjà Vu?

Sejauh ini ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa kita bisa mengalami déjà vu, anatara lain :

Terjadi Eror Saat Penyimpanan Memori di Otak

Menurut teori ini, pada saat otak mendapatkan sensor untuk menyimpan memori, otak mengalami sedikit gangguan yang seharusnya memori tersebut disimpan di ingatan jangka pendek malah masuk ke ingatan jangka panjang. Nah, akibatnya ketika kamu mengalami hal baru yang disimpan di ingatan jangka pendek, kamu merasa merasa kamu menarik ingatan di masa lalu kamu.

[Baca juga: Fakta Mengenai Otak Laki-laki dan Perempuan]

Sebagai Pengingat

Otak kamu sedang berusaha mengingat hal-hal tertentu. Hal tersebut bisa berupa bau, suara, ataupun objek tertentu. Hal ini memicu otak untuk mengingat memori yang sudah tersimpan sebelumnya. Hal inilah yang membuat kamu merasakan sensasi déjà vu.

Sering Melakukan Perjalanan

Kalau kamu senang berpergian kamu mempunyai potensi besar mengalami déjà vu dibandingkan dengan mereka yang kebanyakan diam di rumah. Dengan banyak melakukan perjalanan kamu lebih banyak mengingat objek dalam pengalaman kamu sehingga ketika kamu menenui situasi yang baru, kamu akan mengalami déjà vu.

[Baca juga: Daripada Bengong pada Waktu Luang, Lakukan Tujuh Aktivitas Bermanfaat ini]

Berkaitan dengan Penyakit Epilepsi

Déjà vu juga merupakan gejala yang sering timbul pada penderita epilepsi lobus temporal. Epilepsi lobus temporal ini dapat menyebabkan penderitanya kejang-kejang karena adanya gangguan pada aktivitas sel saraf di otak. Déjà vu ini menjadi semacam peringatan bagi pendirita epilepsi sebelum akhirnya penderita mengalami kejang-kejang.

Nah, itulah beberapa hal yang mengenai déjà vu dan mengapa kita bisa mengalami déjà vu. Jadi, déjà vu ini tidak ada kaitannya dengan mimpi atau kehidupan sebelumnya. Déjà vu sangat berhubungan erat dengan bagaimana memori tersimpan di dalam otak.

Berbagi dan Diskusi

Pemimpi Profesional