Mau Liburan ke Purwokerto? Lima Tempat Wisata Ini Bisa Jadi Tujuanmu

Lima Tempat Wisata di Purwokerto dengan Destinasi Berbeda

Kamu tahu mendoan? Kalau kamu tahu tentang makanan berbahan tempe yang enak satu ini, kamu pasti tahu tentang Kota Purwokerto. Kota Purwokerto selama ini selalu menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, karena selain dikenal sebagai kota asal mendoan, Kota Purwokerto memiliki beragam destinasi wisata yang layak untuk kamu kunjungi saat liburan.

Ragam destinasi wisata yang ada di wilayah Purwokerto, atau wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menawarkan beragam pilihan wisata bagi setiap pengunjung yang singgah di kota ini. Kamu bisa memilih untuk mengunjungi tempat wisata alam, wisata budaya dan religi, wisata sejarah, atau destinasi wisata lainnya yang akan mengisi masa liburanmu menjadi istimewa.

Nah buat kamu yang sedang merencanakan agenda liburan dan ingin berkunjung ke Purwokerto, lima tempat wisata berikut ini bisa jadi rekomendasi untuk tujuanmu.

Wisata Budaya dan Religi dengan Mengunjungi Masjid Saka Tunggal

Source : instagram.com/iqbal_kautsar
Source : instagram.com/iqbal_kautsar

Masjid Saka Tunggal Baitussalam atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Saka Tunggal, adalah masjid yang diyakini sebagai bangunan masjid tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan prasasti yang terpahat pada tiang utama masjid dan merupakan satu-satunya tiang (saka tunggal) penyangga bangunan masjid Saka Tunggal.

Pahatan angka 1288 menggunakan tulisan arab pada tiang masjid ini dipercaya menunjukan tahun pendirian masjid, yakni pada tahun 1288 Masehi. Masjid berukuran 12 x 18 meter ini menjadi satu-satunya bangunan masjid di pulau jawa yang dibangun jauh sebelum era Wali Songo pada abad 15-16 Masehi. Alasan inilah yang menjadikan Masjid Saka Tunggal diyakini sebagai masjid tertua di Indonesia.

Masjid Saka Tunggal berlokasi di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, berjarak sekitar 25 km dari pusat Kota Purwokerto. Lokasi masjid Saka Tunggal bisa dituju dengan menempuh perjalanan Purwokerto – Ajibarang, lalu belok kiri di pertigaan pasar Ajibarang dan mengikuti jalan ke arah Wangon. Setelah perjalanan sekitar 8 km dari pertigaan pasar Ajibarang, kamu bisa melihat papan tanda menuju lokasi masjid Saka Tunggal, nah tinggal ikutin aja deh jalan itu sampai ke lokasi masjid.

[ Baca juga : Ingin Liburan Romantis? Cobain Piknik ke Jembatan Cinta di Purbalingga ]

Melihat Bukti Sejarah Perbankan Indonesia di Museum BRI Purwokerto

foto koleksi pribadi penulis
foto koleksi pribadi penulis

Kota Purwokerto memiliki banyak sejarah yang berpengaruh pada perkembangan Negara Indonesia, salah satu bukti sejarah itu ada pada Museum BRI Purwokerto. Museum yang diresmikan pada 16 desember 1990 ini, menjadi bukti berdirinya bank pemerintah pertama di Indonesia.

BRI pada awalnya didirikan pada 16 Desember 1895 oleh Raden Aria Wirjaatmadja, seorang patih yang bertugas di Purwokerto. Pada waktu itu bank pertama milik kaum pribumi ini memiliki nama De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren (Bank Penolong dan Tabungan bagi Priyayi di Purwokerto). Bank ini mengalami pergantian nama beberapa kali dan pada tahun 1967 berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia.

Museum BRI Purwokerto memiliki koleksi benda-benda sejarah berdirinya bank pemerintah pertama di Indonesia. Museum BRI Purwokerto juga memiliki koleksi lengkap sejarah mata uang di Indonesia yang sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit, serta alat-alat pendukung sistem perbankan lain dengan runtutan perkembangannya. Kalau kamu mau berkunjung ke Museum BRI Purwokerto, gampang banget nyarinya, karena museum ini terletak di pusat Kota Purwokerto. Hanya berjarak kurang dari 1 km ke arah barat dari alun-alun Kota Purwokerto.

Menguji Adrenalin dengan Canyoning di Baturraden

Source : isroadi.blogspot.co.id
Source : isroadi.blogspot.co.id

Canyoneering atau sering disebut Canyoning merupakan aktivitas yang digolongkan olahraga alam bebas. Olah raga jenis ini berbasis penelusuran sungai, ngarai/lembah, dan air terjun yang memadukan berbagai teknik disiplin alam bebas.

Wilayah Purwokerto atau Kabupaten Banyumas yang berada di sisi selatan Gunung Slamet menjadikannya memiliki potensi berupa sungai dan ngarai yang berbeda karakteristiknya dibandingkan wilayah lain, celah batuan andesit menjadi ciri khas jalur penelusuran canyoning di Banyumas.

Bagi kamu yang ingin menguji adrenalin dengan canyoning, kamu bisa menikmati paket wisatanya di Baturraden Adventure Forest (BAF) yang merupakan provider eco-tourism di Banyumas. Paket wisata canyoning juga tersedia di Desa Wisata Karangsalam, Kecamatan Baturaden. Pengunjung yang ingin mencoba canyoning bisa datang ke komplek wisata Curug Telu Desa Karangsalam, Baturraden, Banyumas.

[ Baca juga : Tempat Wisata Romantis di Purbalingga Ini Layak Kamu Kunjungi Bareng Pasangan ]

Menikmati Eksotisme Air Terjun Curug Gomblang

Source : tantodanardwi.blogspot.com
Source : tantodanardwi.blogspot.com

Berwisata ke Purwokerto kurang lengkap rasanya jika tidak menikmati keindahan alamnya. Salah satu objek wisata alam yang wajib anda kunjungi adalah Curug Gomblang, wisata air terjun ini berada di Dusun Windusari, Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas.

Meski baru dibuka sebagai obyek wisata pada awal oktober 2015, Curug Gomblang selalu ramai dipadati pengunjung tiap akhir pekan. Tinggi air terjun sekitar 30 meter dengan tebing batuan andesit dan panorama alam yang eksotis di sekitarnya, menjadi daya tarik tersendiri dari Curug Gomblang.

Lokasi Curug Gomblang berada sekitar 20 km dari kota Purwokerto, bagi wisatawan yang hendak berkunjung bisa melalui jalur Purwokerto – Karanglewas, dilanjutkan dengan perjalanan Karanglewas – Kedungbanteng, lalu menuju Dusun Windusari, Desa Kalisalak dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi panorama alam khas pedesaan lereng Gunung Slamet, semilir angin sejuk dan gemericik air menjadi nuansa alam yang akan kamu rasakan. Panorama alam hutan hujan tropis yang masih asri dan sejuknya air terjun Curug Gomblang, membuat banyak pengunjung betah dan ketagihan untuk kembali berkunjung.

Wisata Husada di Pemandian Air Mineral Kalibacin

Source : dinporabudpar.banyumaskab.go.id
Source : dinporabudpar.banyumaskab.go.id

Air belerang selama ini dikenal oleh masyarakat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Jika pada umumnya air belerang memiliki suhu yang panas dan berasal dari pegunungan, di Desa Tambaknegara, Rawalo, Banyumas terdapat sumber mata air belerang dingin.

Sejak ratusan tahun lalu, sumber mata air di Desa Tambaknegara ini sudah digunakan masyarakat untuk mengobati beragam penyakit kulit. Mata air ini sudah ada sejak jaman Kadipaten Bonjok sekitar tahun 1600 an. Adipati Suranagara yang saat itu berkuasa memberi nama mata air ini dengan nama “Tuk Semingkir”, yang berarti segala macam penyakit akan menyingkir. Sekarang sumber mata air ini dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas menjadi objek wisata Pemandian Air Mineral Kalibacin.

Lokasi Pemandian Air Mineral Kalibacin berada dekat dengan Bendung Gerak Serayu, hanya berjarak sekitar 350 meter atau berjarak kurang lebih 20 km dari Kota Purwokerto. Selesai berkunjung dari Pemandian Air Mineral Kalibacin, kamu bisa menikmati wisata kuliner di sekitar Bendung Gerak Serayu, ikan lembutan dan makanan khas Purwokerto lainnya bisa kamu nikmati di warung-warung sekitar bendungan.

Apakah kamu tertarik berkunjung ke Purwokerto? Segera atur waktu liburanmu dan masukkan lima tempat di atas ke dalam daftar tempat yang bakal kamu kunjungi di Purwokerto.

Berbagi dan Diskusi

Written by Yudi Setyadi

Penyuka kopi dan gunung