Antara Cinta atau Ambisi

Cinta atau Ambisi?

Banyak orang yang sering berkata bahwa mereka mencintai pasangannya padahal baru mengenal sebentar saja. Apakah itu benar-benar cinta atau hanya sekedar ambisi? Ada garis tipis yang menyamarkan antara rasa cinta dan ambisi untuk memiliki. Namun, cinta dan ambisi jelas berbeda. Terkadang banyak ada orang yang mengaku cinta untuk menutupi ambisinya saja.

Cinta Tumbuh Karena Waktu

source :pixabay.com | CC0
source :pixabay.com | CC0

Yang namanya rasa cinta tidak akan tumbuh secara instan. Rasa cinta akan tumbuh ketika kamu sudah menjalin hubungan dalam waktu yang cukup lama. Ketika kamu sudah benar-benar memahami karakter masing-masing. Kalau baru sebulan dua bulan, apakah sudah bisa disebut cinta? Meskipun banyak kata cinta yang diumbar pada masa awal hubungan, namun itu hanya sebagai bentuk euforia pasangan yang dimabuk asmara. Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia hubungan, justru semakin sedikit kata cinta yang terucap dan rasa cinta akan lebih terlihat dengan perbuatan.

Cinta Lebih Visioner

source :pixabay.com | CC0
source :pixabay.com | CC0

Cinta akan membuat kamu berpikir untuk merancang beberapa rencana yang kamu lakukan bersama-sama. Bukan hanya sekadar rencana untuk hang out bersama, makan bersama, atau bersenang-senang, tapi rencana yang mengarah pada sesuatu yang lebih serius yang akan mempererat hubungan kamu dengan pasangan. Misalnya kamu berencana untuk menabung bersama yang sewaktu-waktu bisa kalian gunakan untuk kepentingan bersama juga. Sedangkan ambisi, hanya memikirkan kesenangan sesaat saja. Hanya berpikir untuk saat itu saja, tanpa mempertimbangkan bagaimana ke depannya.

[Baca juga: Meskipun Masih Lajang, Mengatur Keuangan Tetap Penting Kamu Lakukan]

Cinta Dapat Menerima Kekurangan Masing-masing

source :pixabay.com | CC0
source :pixabay.com | CC0

Kamu bisa bilang mencintai pasangan kamu ketika sudah bisa menerima kekurangan bahkan sisi terburuk dari pasangan dan kamu tidak meninggalkannya. Justru kekurangan pasangan kamulah yang membuat kamu cinta dan malah membuat kamu ingin tetap bersama dirinya. Sedangkan ambisi, kamu hanya terobsesi dengan kelebihan pasangan kamu saja.

Mungkin karena parasnya yang cantik atau tampan, memiliki tubuh yang molek atau gagah, bergelimang harta, atau sekadar pembuktian diri bahwa kamu “laku” padahal sudah mempunyai pasangan. Setelah nengetahui kekurangan pasangan kamu atau sudah puas dengan pembuktian diri kamu, kamu akan pergi meninggalkan pasangan kamu yang pasti akan meninggalkan luka untuk pasangan yang kamu tinggalkan. Namun, terkadang ambisi itu malah diartikan sebagai cinta.

[Baca juga: Tidak Harus Mencari Pasangan yang Sempurna, Karena Kebahagiaan Bisa Kamu Ciptakan]

Cinta Lebih Mengedepankan Komitemen Bukan Saling Curiga

source :pixabay.com | CC0
Source :pixabay.com | CC0

Komitmen tidak melulu harus terucap. Jika selalu diucapkan dan ternyata tidak sesuai dengan apa yang dikatakan yang ada jatuhnya hanya janji-janji palsu saja. Komitmen dalam diri masing-masing untuk tetap setia, saling menjaga, serta saling percaya walau tidak terucap. Meskipun pasti terkadang ada masalah yang muncul dan timbul rasa cemburu, kamu akan menyelesaikannya secara dewasa dan akan tetap memberikan kepercayaan kepada pasangan kamu. Sedangkan ambisi, kamu akan selalu curiga terhadap pasangan kamu, selalu khawatir kalau-kalau pasangan kamu berpaling dari kamu.

Memang terkadang rasa cinta terucap untuk menutupi ambisi dan mengartikan ambisi sebagai cinta. Padahal yang namanya cinta tidak akan tumbuh semudah itu dalam waktu yang sangat singkat. Walaupun demikan, mungkin bisa saja yang awalnya hanya ambisi, bisa tumbuh rasa cinta seiring berjalannya waktu. Karena sebenarnya tidak ada yang mutlak dalam percintaan, selalu penuh dengan dinamika dan tergantung dari pribadi yang mengalaminya.

Berbagi dan Diskusi

Pemimpi Profesional