Berpikir Realistis Juga Perlu, Karena Cinta Saja Tidak Cukup

Berpikir Realistis Tetap Diperlukan dalam Sebuah Hubungan

“Cinta bisa membutakan mata” adalah ungkapan yang acap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang jatuh cinta dan lebih mengutamakan perasaan daripada logika. Ya, perasaan yang kuat dianggap bisa menjadikan seseorang tidak bisa berpikir secara rasional, sehingga disebut buta karena cinta.

Tapi apakah menjalin hubungan dengan pasangan hanya cukup dengan cinta? Pertanyaan ini kerap muncul dalam pikiran sebagian orang memiliki pertimbangan tersendiri dengan hubungan yang sedang dijalani. Menjaga kelanggengan sebuah hubungan, apalagi jika sudah berpikir untuk memasuki tahapan yang lebih serius untuk menikah, banyak hal yang harus dipertimbangkan secara matang dan tidak bisa hanya dijawab dengan cinta.

[Baca juga: Ingin Liburan Romantis? Cobain Piknik ke Jembatan Cinta di Purbalingga]

Yakin pada perasaan saling mencintai dengan pasangan, tentunya menjadi syarat utama dalam sebuah hubungan. Tapi jangan sampai keyakinan seperti ini membuat kamu tidak bisa berpikir realistis dan terjebak pada mimpi yang belum pasti bisa jadi kenyataan. Oleh karena itu, berpikir realistis juga perlu karena cinta saja tidak cukup.

Realistis Berbeda dengan Materialistis

Sources: pixabay.com | CC0
Sources: pixabay.com | CC0

Banyak orang yang selama ini seringkali salah memahami pikiran dan sikap realistis dari seseorang, sehingga menyamakannya dengan materialistis. Realistis tentu saja berbeda dengan materialistis, realistis berarti menilai atau melihat sesuatu hal dengan cara berpikir yang nyata atau secara wajar. Sementara materialistis berarti menilai atau melihat sesuatu hal hanya dari sudut pandang materi atau yang bersifat kebendaan.

Berpikir realistis dalam sebuah hubungan tetap diperlukan, agar tidak dibutakan oleh perasaan. Ketika hendak menikah misalnya, penghasilan yang dimiliki oleh pasangan menjadi salah satu hal yang perlu untuk dipertimbangkan. Penghasilan yang dimiliki akan berpengaruh pada kehidupan rumah tangga yang akan dijalani setelah menikah. Kamu pastinya sudah sering dengar kalau banyak pasangan suami-istri yang bercerai karena alasan materi, jangan sampai deh hal seperti ini terjadi sama kamu dan pasangan.

Berpikir Realistis Menghindarkan Kamu dari Pemikiran Utopis

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Harapan dan mimpi yang diidam-idamkan bersama dengan pasangan memang selalu menjadi hal yang indah. Tapi jangan sampai keindahannya membuat kamu terjebak pada pemikiran utopis. Apa itu utopis? Utopis adalah pemikiran seseorang yang bersifat khayal namun tanpa pernah berusaha untuk mewujudkannya.

Jika sudah memiliki harapan dan mimpi bersama pasangan, maka pikirkanlah juga bagaimana cara untuk mewujudkannya. Bekerja keras, membuat perencanaan yang baik dan memiliki pikiran sadar atas masa depan menjadi bagian penting yang harus kamu lakukan bersama pasangan. Dengan begitu kamu dan pasangan tidak akan terbuai pada mimpi siang bolong.

Butuh Kesadaran Untuk Bisa Memilih Pasangan yang Tepat

source : pixabay.com | CC0
Source : pixabay.com | CC0

Bersikap selektif dalam memilih pasangan diperlukan agar kamu bisa menentukan orang yang tepat untuk dijadikan teman hidup. Dan untuk bisa memilih pasangan yang tepat, kamu butuh kesadaran untuk melakukannya. Kamu harus bisa memilih pasangan dengan melalui penilaian dan pertimbangan yang baik. Artinya tidak hanya dengan mengedepankan perasaan yang mungkin saja pada suatu waktu bisa berubah.

Ketika Perasaan Sudah Mulai Pudar, Komitmen Menjadi Hal yang Terpenting

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Apa yang membuat seseorang tetap bertahan dengan pasangan ketika perasaannya sudah mulai memudar? Jawabannya tak lain adalah komitmen yang dia miliki untuk selalu menjaga hubungan. Perasaan bisa dibilang menjadi sesuatu yang tidak pasti, karena perasaan bisa berubah-ubah atau bahkan memudar seiring berjalannya waktu. Tapi komitmen yang kamu miliki dengan pasangan, akan selalu bisa menjadi pelindung dari retaknya sebuah hubungan.

Kadang kalanya kamu dan pasangan mungkin akan berada pada situasi yang sulit dan sama-sama tidak lagi mengedepankan perasaan. Tapi dengan komitmen yang kalian miliki, maka kamu dan pasangan tidak akan salah dengan membuat sebuah keputusan bodoh yang hanya akan disesali ketika situasi sudah membaik.

Jika Kamu Galau Karena Berpikir Realistis, Berdamailah dengan Diri Sendiri

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Ketika kamu ingin membuat sebuah pilihan berkaitan dengan hubungan yang sedang kamu jalani, kamu mungkin akan merasa galau saat berhadapan dengan realitas yang ada. Pada situasi seperti ini yang kamu butuhkan hanyalah mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri. Jangan memaksakan perasaanmu tanpa mempertimbangkan pemikiran realistis, karena berpikir realistis sebenarnya bisa menjadi bahan pertimbangan agar kamu bisa mengambil keputusan yang tepat.

Nah dari beberapa hal di atas, kamu bisa mencoba untuk mempertimbangkannya bagi dirimu sendiri. Ingat ya, jangan hanya menuruti perasaan, karena cinta saja tidak cukup.

Berbagi dan Diskusi

Written by Yudi Setyadi

Penyuka kopi dan gunung