Wahai Para Ibu, Sudah Tahukah Anda Bahaya Susu Formula Bagi Bayi?

Susu Formula Berbahaya Bagi Bayi

Puskesmas, bidan, dokter kandungan dan tenaga kesehatan lainnya di Indonesia selama ini acap menyarankan penggunaan susu formula bagi bayi. Dan selanjutnya para ibu yang baru melahirkan akan menuruti saran dari tenaga kesehatan tersebut. Alasannya tak lain karena menganggap mereka bisa dipercaya dan memberikan informasi yang tepat.

Padahal jika ditilik dengan seksama, sejatinya ada efek membahayakan dari penggunaan susu formula. Tapi kenapa tak sedikit tenaga kesehatan yang tetap menyarankan penggunaan susu formula bagi bayi? Tentunya hal ini akan menimbulkan pertanyaan; keuntungan macam apa di balik peran para tenaga kesehatan itu sehingga bersedia menjadikan dirinya sebagai sales promotion produk susu formula bagi bayi?

Menanggapi kalimat tanya yang muncul itu, selanjutnya kitapun perlu mencermati bersama, apalagi ada hukum pasar yanng menyatakan bahwa “Siapa yang bisa menjual sebuah produk, maka iapun akan mendapatkan keuntungan.”   Sementara apa yang dilakukan oleh Puskesmas, bidan, dokter kandungan dan tenaga kesehatan itu  sangatlah bertentangan dengan upaya Pemerintah yang selama ini gencar mengkampanyekan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif bagi bayi.

Salah satu upaya pemerintah dalam menggiatkan pemberian ASI Eksklusif bagi bayi adalah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Dalam PP Nomor 33 ini, pasal 6 berbunyi “Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya”.

Pemberian ASI Eksklusif bagi si kecil disarankan sejak ia berusia 0–6 bulan dan dianjurkan sampai dengan anak berusia dua tahun atau lebih, dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai. Dalam upaya pemberian ASI Eksklusif bagi bayi, tenaga kesehatan agar memberikan informasi kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI Eksklusif.

source : pixabay.com | CC0
Source : pixabay.com | CC0

Kenapa Harus ASI Eksklusif?

ASI Eksklusif harus diberikan kepada bayi sejak dilahirkan, atau yang dikenal dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD atau Inisiasi Menyusi Dini adalah memberikan ASI segera setelah bayi lahir, biasanya dalam waktu 30 menit hingga 1 jam pasca bayi dilahirkan.

Begitu lahir, bayi tidak dipisahkan dari ibunya, tetapi langsung diletakkan di dada dan dibiarkan mencari sendiri puting payudara ibunya untuk menyusu. Bayi membutuhkan waktu 30 menit – 1 jam untuk mulai merangkak di atas payudara dan mulai menyusu pada ibunya.

Inisiasi Menyusui Dini Memiliki tujuan sebagai berikut :

  • Kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi secara langsung membuat ibu dan bayi lebih tenang.
  • Saat Inisiasi Menyusui Dini, bayi menelan bakteri baik dari kulit ibu yang akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri.
  • Kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi akan meningkatkan ikatan kasih sayang ibu dan bayi.
  • Mengurangi perdarahan setelah melahirkan.
  • Mengurangi terjadinya anemia.

Kontak antara ibu dan bayi dalam proses Inisiasi Menyusui Dini sering disebut sebagai keajaiban Tuhan. Momen inilah saat pertama kali seorang bayi mengenali ibunya dan terjalin ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi. Bayi yang menyusu dari payudara ibunya dengan kontak kulit, mata dan emosi sejak dini, akan merangsang perkembangan emosi dan kecerdasan bayi.

[Baca juga: Yakin Masih Nggak Mau Sayang Sama Ibu?]

Lalu Bagaimana dengan Susu Formula?

source : pixabay.com | CC0
Source : pixabay.com | CC0

Dalam dunia kesehatan, susu formula dikategorikan dalam jenis makanan prelakteal. Makanan prelakteal adalah makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi sebelum ASI keluar. Makanan prelakteal biasanya diberikan kepada bayi dengan alasan ASI belum keluar atau alasan tradisi.

Namun, bagi keluarga dan ibu yang baru melahirkan sebaiknya bersabar jika bayi belum segera menyusu dini setelah dilahirkan dan jangan langsung menuruti saran tenaga kesehatan untuk langsung memberikan susu formula. Bayi setelah dilahirkan bisa bertahan 2 X 24 jam tanpa cairan karena masih membawa cadangan makanan dari rahim.

Susu formula atau makanan prelakteal ini berbahaya, karena dapat menggantikan kolostrum sebagai makanan bayi yang paling awal. Bayi mungkin terkena diare, septisemia dan meningitis, bayi lebih mungkin menderita intoleransi terhadap protein di dalam susu formula tersebut, serta timbul alergi misalnya eksim. Pemberian susu formula sangat merugikan karena akan menghilangkan rasa haus bayi sehingga malas menyusu.

Dari uraian di atas, yaitu tentang perbandingan ASI Eksklusif dan susu formula, anda bisa membandingkannya dan memberikan penilaian sendiri terhadap pentingnya ASI Eksklusif dan bahaya susu formula bagi bayi.

Jadi bagi para ibu, jika ingin anakmu tumbuh sehat dan cerdas maka berikanlah ASI Eksklusif sejak dini. Jangan mudah percaya pada tenaga kesehatan yang menyarankan pemberian susu formula bagi bayi hanya untuk mengejar keuntungan semata. Ingat, siapa bisa menjual sebuah produk maka dialah yang memperoleh keuntungan.

Referensi :
[1] Situasi dan Analisis ASI Eksklusif, Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diakses pada 14 Juni 2016.

Berbagi dan Diskusi

Written by Yudi Setyadi

Penyuka kopi dan gunung