Ngaku Sudah Siap Menikah? Coba Jawab Tiga Pertanyaan Ini

Pertanyaan yang Harus Kamu Jawab Sebelum Menikah

Sudah siap menikah? Pertanyaan ini kadang menjadi sebuah kalimat tanya yang sulit untuk dijawab oleh seseorang yang hendak menikah. Bukan perkara yang mudah untuk mengungkapkan jawaban tepat dan sesuai kehendak hati, karena memang juga bukan perkara gampang untuk meyakinkan diri sendiri. Pasalnya ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh seseorang guna mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan ‘kesiapan menikah’.

Seperti banyak orang bilang, menikah itu tidak cukup hanya dengan modal cinta. Karena tidak hanya hati saja, namun ada pula beragam hal yang juga tidak kalah penting untuk disiapkan sebelum memutuskan naik ke pelaminan.

Nah, buat kamu yang ngaku sudah siap menikah, coba deh jawab tiga pertanyaan berikut ini.

Sudah Siapkah Kamu Berbagi Segalanya dengan Pasanganmu?

source : pixabay.com | CC0
Source : pixabay.com | CC0

Pernikahan menyatukan dua orang dalam satu ikatan, yang berarti juga menyatukan segala hal yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Setiap orang yang hendak menikah harus siap berbagi dengan pasangan, berbagi dalam segala hal yang dimiliki. Berbagi waktu, pikiran, tenaga, materi dan hal-hal lainnya.

Meski berbagi dengan pasangan terlihat sebagai hal yang mudah, namun pada kenyataannya masih banyak orang yang kadang tidak rela membagi sesuatu yang menjadi milik pribadinya.

Pada ranah penghasilan misalnya, banyak masalah yang sering timbul dalam sebuah rumah tangga karena urusan satu ini. Jika ada salah satu pihak yang memiliki penghasilan dominan, maka besar kemungkinan ia akan merasa memiliki hak yang lebih dalam mengatur segala urusan keuangan rumah tangga. Padahal jika sudah berumah tangga, penghasilan yang didapatkan oleh suami ataupun oleh istri, seharusnya menjadi milik bersama dan harus siap berbagi dengan pasangan.

Begitu pula dalam hal berbagi waktu dan tenaga untuk mengurus rumah pun mengurus anak. Suami dan istri harus bisa berbagi beban pekerjaan yang adil agar tidak ada salah satu pihak yang merasa terbeban dengan tanggungjawab yang berlebihan.

Sudah Bisakah Kamu Mengutamakan Kompromi daripada Ego?

Sources: pixabay.com | CC0
Sources: pixabay.com | CC0

Terkadang, seseorang memiliki sebuah keinginan pribadi dan akan berusaha untuk bisa memenuhinya. Namun ketika sudah berumah tangga, keinginan pribadi tersebut tak bisa lagi selalu dituruti, karena akan ada sebuah kesepakatan terlebih dahulu yang harus dibuat dengan pasangan. Ketika pasangan tak mau memenuhi dan atau menyetujui, maka tentu saja keinginan itu tak bisa dipaksakan lagi.

Jika tidak bijak menyikapi, kamu bisa saja lebih mengutamakan egomu sendiri dan memaksakannya kepada pasangan. Dan kalau pasanganmu ternyata menentang keinginan yang kamu kehendaki, bukan tidak mungkin kamu dan pasangan akan berdebat dan memunculkan masalah dalam rumah tangga.

Setiap keputusan yang diambil terkait dengan urusan rumah tangga, sudah seharusnya menjadi keputusan yang disepakati bersama, baik oleh suami ataupun istri. Oleh karena itu, sebagai suami atau istri harus bisa mengutamakan kompromi daripada ego pribadinya.

Siapkah Kamu Menerima Kehadiran Keluarga Pasanganmu?

source : pixabay.com | CC0
Source : pixabay.com | CC0

Pernikahan tidak hanya menjadi urusan sepasang kekasih, karena pernikahan juga akan menyatukan dua pihak keluarga yang berbeda. Kamu mungkin sudah mengenal dengan baik sifat pasanganmu, sehingga kamu bisa memutuskan untuk menikah dengannya. Tetapi kamu belum tentu bisa mengenal keluarganya, seperti kamu bisa mengenal kekasihmu.

[Baca juga: Begini Tandanya Kalau Pasanganmu Sudah Siap Menikah]

Keluarga pasanganmu akan menjadi pertimbangan tersendiri sebelum memutuskan siap atau tidaknya untuk menikah. Kamu perlu mengenal mereka lebih jauh dan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja timbul setelah menikah dengan kekasihmu.

Jadi, sebelum mengatakan siap untuk menikah, sudah siapkah kamu menerima kehadiran keluarga pasangan dalam hidupmu?

Kalau kamu memang sudah siap untuk menikah secara lahir dan batin, tiga pertanyaan di atas tentunya bukan menjadi hal yang sulit untuk dijawab. Tapi kalau kamu ternyata belum bisa menjawabnya, coba lakukan pertimbangan lagi agar kamu bisa lebih memantapkan keputusanmu dan siap untuk menikah.

Berbagi dan Diskusi

Written by Yudi Setyadi

Penyuka kopi dan gunung