Tahukah Kamu Manfaat Berpelukan?

Sudahkah Kamu Dipeluk Hari Ini?

Sudah banyak studi yang meneliti tentang efek dari berpelukan terhadap tubuh. Pada saat kita memeluk seseorang, hormon oksitosin akan dilepaskan. Hormon oksitosin merupakan hormon yang berperan untuk memberikan rasa tenang, senang, meningkatkan ambang nyeri, serta sebagai stimulasi interaksi sosial yang positif. Di bawah ini merupakan beberapa manfaatkan berpelukan.

Tapi nanti dulu sobat, kamu harus juga tahu siapa yang boleh kamu peluk. Ingat ya, kultur kita masih mempertimbangkan soal ini. Jangan sampai gara-gara berpelukan, kamu jatuh pada jurang seks bebas pranikah lho ya. Kepo pernah pembahas soal bagaimana menjauhi seks pranikah: baca artikel berujudul: Buat yang Punya Pacar, Hindari Seks Pranikah dengan Cara Begini.

Nah, kamu perlu tahu juga beberapa hasil studi tentang reaksi atau efek berpelukan. Jadi saat kamu punya pasangan yang sudah sah, kamu bisa tahu mengapa berpelukan itu penting. Kamu juga bisa tahu apa manfaat memberikan pelukan kepada anak, keponakan atau orang-orang dekat kamu.

Reaksi Biokimia Saat Berpelukan itu Woww

Berpelukan selama 10 detik sehari memicu reaksi biokimia dan fisiologis dalam tubuh kamu yang secara signifikan mampu meningkatkan kesahatan. Menurut sebuah penelitian, hal tersebut meliputi mengurangi resiko penyakit jantung, mengurangi depresi, dan meningkatkan imunitas tubuh.

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Berpelukan terbukti Menjaga Awetnya Perkawinan

Berpelukan yang dilakukan rutin juga dapat menjaga keutuhan pernikahan. Jika kamu merasa hubungan dengan pasangan sedang tidak stabil, peluklah pasangan selama 20 detik sehari tanpa berkata apapun dan jika pasanganmu bertanya “apa yang sedang kamu lakukan?” cukup jawab “aku hanya sedang ingin memelukmu hari ini lebih lama”. Banyak hubungan yang kurang bahagia bukan karena perbedaan pendapat atau percekcokan, melainkan karena kurangnya kadar oksitosin dalam tubuh. Lakukan kebiasaan tersebut setiap hari, memeluk, memegang tangan, dan berikan pujian pada pasangan.

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Memeluk Seseorang juga Berarti Dukungan Moral

Memeluk seseorang yang sedang sakit juga dapat memberikan dukungan moral. Beberapa peneliti mengungkapkan bahwa sentuhan fisik nonseksual, misalnya memeluk atau memegang tangan memiliki arti penting seperti memberikan empati, kepedulian, dan penentraman hati (Grewen et al, 2003; Holt-Lunstad et al, 2008; Reis & Patrick, 1996). Faktanya, penelitian di laboratorium menemukan bahwa sentuhan dari orang yang terdekat mampu menekan efek stres akibat sakit (Master et al, 2009). Hal tersebut merupakan sebuah bentuk komunikasi implisit ungkapan kasih sayang dan kepedulian yang memberikan kontribusi penting untuk menekan stres.

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Nah, itulah beberapa hal menarik mengenai berpelukan. Jika kamu sudah menjadi pasangan yang sah, silakan dilakukan rutin setiap hari untuk menjaga keharmonisan dengan pasangan. Namun, jika kamu masih dalam tahap pacaran, jangan dulu dilakukan ya. Boleh saja sih dilakukan asalkan masih memperhatikan norma dan aturan yang berlaku di masyarakat, karena dunia ini bukan cuma milik kamu berdua loh. Lebih baik peluk orang tua kita saja, daripada pacarmu yang belum sah (hahaha). Boleh juga dilakukan untuk memberikan dukungan moral buat teman kamu yang sedang dilanda stres, hal tersebut bisa membantu teman kamu jadi lebih tenang.
Referensi :
[1] Brennen, B. H. 2013. Oxitoxin and Twenty-Second Hug. USA.
[2] Cohen, S., D. J. Deverts., R. B. Turner & W. J. Doyle. 2015. Does Hugging Provide Stress Buffering Social Support? A Study of Susceptibility to Upper Respiratory Infection and Illness. Psychological Science 2015, Vol. 26(2) 135–147.
[4]Grewen, K. M., Anderson, B. J., Girdler, S. S., & Light, K. C. 2003. Warm Partner Contact is Related to Lower Cardiovascular Reactivity. Behavioral Medicine, 29, 123–130. doi:10.1080/08964280309596065.
[5] Holt-Lunstad, J., Birmingham, W. A., & Light, K. C. 2008. Influence Of a “Warm Touch” Support Enhancement Intervention Among Married Couples on Ambulatory Blood Pressure, Oxytocin, Alpha Amylase, and Cortisol. Psychosomatic Medicine, 70, 976–985. doi:10.1097/ PSY.0b013e318187aef7.
[6] Master, S. L., Eisenberger, N. I., Taylor, S. E., Naliboff, B. D., Shirinyan, D., & Lieberman, M. D. 2009. A Picture’s Worth: Partner Photographs Reduce Experimentally Induced Pain. Psychological Science, 20, 1316–1318. doi:10.1111/j.1467-9280.2009.02444.x.
[7] Reis, H. T., & Patrick, B. C. 1996. Attachment and Intimacy: Component Processes. dalam E. T. Higgins & A. W. Kruglanski (Eds.), Social psychology: Handbook of basic principles (pp.523–563). New York, NY: Guilford Press.

Berbagi dan Diskusi

Pemimpi Profesional