Sering Berasumsi Negatif pada Diri Sendiri? Begini Cara Mengatasinya

Inilah Cara Mengatasi Asumsi Diri

Tidak semua orang bisa dengan mudah menemukan rasa percaya diri, karena sebagian yang lain masih harus membutuhkan waktu lebih lama guna berproses, hingga pada akhirnya bisa menemukan arti kepercayaan diri itu. Sehingga pada kondisi sedang berproses semacam inilah seseorang kadang akan berasumsi negatif pada dirinya sendiri.

Menganggap diri tak mampu menggapai satu hal yang menjadi target; belum mencoba tapi sudah merasa gagal; hingga kadang merasa putus asa yang berdampak merugikan diri sendiri, adalah beberapa hal yang menjadi bagian yang dimaksud dengan “berasumsi negatif pada diri sendiri.”

Ada beragam faktor yang membuat seseorang menjadi sering berasumsi negatif pada diri sendiri. Selain faktor internal karena kurangnya rasa percaya diri pada kemampuan yang dimiliki, faktor eksternal seperti lingkungan, keluarga, pendidikan dan teman juga bisa menjadi pengaruh lainnya.    Jika kamu mengalami hal seperti ini, sering berasumsi negatif pada diri sendiri. Cobalah cara berikut ini untuk mengatasinya.

Jadikan Asumsi Negatif pada Dirimu Sebagai Tantangan

Sources: pixabay.com | CC0
Sources: pixabay.com | CC0

Banyak orang sering keliru dalam memahami asumsi negatif pada dirinya sendiri, menganggapnya sebagai sebuah masalah yang akan sulit terpecahkan. Padahal asumsi negatif sebenarnya bukanlah masalah, dengan catatan jika kita bisa menganggapnya sebagai sebuah tantangan dalam hidup.

Tantangan yang harus dilalui adalah dengan berusaha terus menempa diri, demi menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena ketika kamu menganggap hal itu adalah bagian dari masalah, maka kamu hanya akan terjebak pada pemikiran yang pada akhirnya hanya menjadi beban. Tapi jika kamu menganggapnya sebagai tantangan, kamu akan memiliki semangat yang menjadi kekuatanmu untuk berusaha melewatinya.

Jika Kamu Menganggap Ada Sisi Lemah pada Dirimu, Ubahlah Menjadi Kekuatan

Sources: pixabay.com | CC0
Sources: pixabay.com | CC0

Kadang kita merasa takut ketika hendak mencoba sesuatu hal yang baru, karena menganggap diri sendiri tidak mampu melakukannya. Dari sisi ketakutan itu, maka hal yang bisa kita sadari adalah terdapatnya sisi lemah dari diri kita, sebagai bagian yanng  dianggap sebagai sebuah kekurangan.

Jika belum pernah mencoba satu hal tapi sudah merasa takut gagal dan atau tidak mampu. Yakinlah kalau hal seperti ini hanya asumsi negatif pada diri sendiri yang belum terbukti kebenarannya. Menyikapi hal ini, ubahlah sisi lemah pada dirimu menjadi kekuatan yang mampu mendorongmu untuk mau mencoba!

Jika tidak pernah mencoba, kamu tidak akan pernah bisa membuktikan asumsi ini. Percayalah bahwa selalu ada kemungkinan untuk bisa berhasil. Dan jika pada akhirnya kamu mengalami kegagalan, setidaknya kamu telah berhasil melawan asumsi negatif yang kamu ciptakan sendiri. Pengalaman seperti ini akan menjadi pelajaran berharga bagi dirimu.

Jangan Memperburuk Asumsi Negatif pada Dirimu dengan Menambah Asumsi Negatif dari Orang Lain

Sources: pixabay.com | CC0
Sources: pixabay.com | CC0

Seperti yang sudah disampaikan pada awal tulisan ini, selain faktor internal karena kurangnya rasa percaya diri pada kemampuan yang dimiliki. Faktor eksternal seperti lingkungan, keluarga, pendidikan dan teman juga bisa memengaruhi munculnya asumsi negatif pada diri sendiri.

Orang dengan latar belakang pendidikan rendah misalnya, sering diasumsikan oleh orang lain sebagai kekurangan yang memengaruhi kemampuan yang dimiliki. Padahal kemampuan seseorang yang sebenarnya, tidak bisa ditakar hanya dengan menggunakan standar pendidikan.

Di Indonesia kita mengenal Susi Pudjiastuti yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Dia adalah seorang menteri yang memiliki latar belakang pendidikan setingkat SMP. Tapi Susi Pudjiastuti bisa membuktikan kemampuan sebenarnya yang dia miliki dan mampu menginspirasi banyak orang. Bahkan sebelum menjadi menteri, dia adalah seorang pengusaha di bidang perikanan yang namanya sudah cukup tersohor.

Jika ada orang lain yang berasumsi negatif pada dirimu, jangan sampai hal ini memunculkan asumsi negatif atau semakin memperburuk asumsi negatif yang sebelumnya ada pada dirimu. Hal seperti ini justru harus bisa menjadi motivasi untuk bisa membutkikan kemampuan yang sebenarnya kamu miliki. Biarkan orang mau berkata apa, kamu lah yang tahu kemampuan sebenarnya yang kamu miliki.

Jadikan Asumsi Negatif Sebagai Cara untuk Mengevaluasi Diri Sendiri

Sources: pixabay.com | CC0
Sources: pixabay.com | CC0

Ketika kamu memiliki asumsi negatif pada dirimu sendiri, waktu seperti inilah momen yang tepat untuk mengevaluasi diri sendiri. Asumsi negatif akan memunculkan banyak pertanyaan yang harus bisa kamu jawab sendiri.

Introspeksi dirilah dan lihatlah dirimu secara keseluruhan, karena kadang melihat diri sendiri dari sudut pandang yang berbeda juga diperlukan. Dengan begitu kamu bisa mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain yang sesuai dengan potensi yang kamu miliki saat ini.

Apabila kamu sudah bisa melakukan hal-hal di atas, maka seharusnya kamu bisa berhenti berasumsi negatif pada diri sendiri. Bangunlah sikap optimis dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Setebal apa pun tembok yang menghadang di depanmu, pasti selalu ada cara untuk merobohkannya.

Berbagi dan Diskusi

Written by Yudi Setyadi

Penyuka kopi dan gunung