Fakta Mengenai Otak Laki-laki dan Perempuan

Apa Bedanya Otak Laki-laki dan Perempuan?

Kamu pasti sudah sangat menyadari bukan kalau laki-laki  dan perempuan  itu sangat berbeda baik dari cara berpikir maupun tingkah laku. Berikut ini merupakan fakta menarik mengenai otak laki – laki  dan perempuan.

source : pixabay.co | CC0
source : pixabay.co | CC0

Kerja Otak Dipengaruhi oleh Hormon-hormon

Otak laki-laki dipengaruhi hormon testosteron, yaitu sebuah hormon yang memberikan sifat maskulin dan agresif. Sedangkan otak perempuan dipengaruhi oleh hormon estrogren dan progesteron yang memberikan sifat feminin.

Sebuah penelitan dilakukan oleh University of Texas terhadap anak laki-laki dan perempuan berusia satu tahun yang ditempatkan pada ruangan tertutup bersama ibunya dan sang anak dilarang untuk menyentuh benda terlarang. Hasilnya adalah sedikit anak perempuan yang menyetuh benda terlarang tersebut dan menatap ibunya 10 hingga 20 kali lebih banyak dibanding anak laki-laki untuk mencari sinyal persetujuan atau ketidaksetujuan dari ibunya.

Anak laki-laki sebaliknya, bergerak aktif, sangat jarang menatap wajah ibunya, dan sering menyentuh benda terlarangnya meski ibunya dengan jelas melarangnya. Perilaku anak laki-laki ini digerakan oleh otak laki-laki yang mengandung testosteron, terdorong untuk menyelidiki lingkungan sekitar termasuk hal yang dilarang.

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC)

Wanita Lebih Cepat Matang, Karena 12 Tahun adalah Masa Puber Perempuan

Ketika perempuan menginjak usia 12 tahun, gelombang otaknya mengalami pergeseran sebanyak 37% saat tidur dan menunjukan bahwa otak memasuki masa pubertas.

Mengamati hal ini, para peniliti menyimpulkan bahwa otak perempuan lebih cepat matang, rata-rata dua hingga tiga tahun lebih cepat dibandingkan dengan otak laki-laki. Kadar estrogen pada perempuan pada saat pubertas meningkat dan menyebebabkan remaja perempuan lebih banyak bicara, lebih banyak berinterkasi dengan teman sebayanya, lebih banyak memikirkan lawan jenis, penampilan, dan lebih mudah terkena stres.

Sementara pada remaja laki-laki semakin berhati-hati untuk melakukan interaksi verbal dengan remaja perempuan meskipun sebenarnya mereka memimpikan adanya interkasi ini.

 

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Fluktuasi Hormon Estrogen dan Progestron Perempuan Sebagai Penyebab Ia Menstruasi atau Haid

Penelitian yang dilakukan David Rubinow dan kawan-kawan pada tahun 2002 menunjukan bahwa adanya pengaruh fluktuasi hormon selama haid dengan ketergugahan sirkuit otak perempuan.

Penemuan ini dapat membantu menjawab mengapa perempuan lebih emosioanal dan mudah kesal ketika hormon turun hingga titik maksimum. Lebih pengertian ya, kalau cewekmu sedang PMS (pramenstruasi syndrome), kasihan. Ops…

source : pixabay.com | CC0

source : pixabay.com | CC0

Pusat Otak yang Berkaitan Seks pada Lelaki adalah Dua kalinya Otak Perempuan

85% laki -aki berusia 20 hingga 30 tahun memikirkan tentang seks setiap 52 detik, sedangkan perempuan hanya sekali dalam sehari atau dua sampai tiga kali jika sedang dalam masa subur.

Itulah sebabnya kenapa sering banyak ungkapan “otak cowok ngeres” tapi itu sebenarnya hal yang sangat alamiah lho.

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Perempuan Lebih Peka dan Lebih Bisa Merasakan Perasaan Orang Lain

Area otak yang melacak perasaan batin pada perempuan lebih besar dan lebih peka, sedangkan otak laki-laki lebih sedikit merasakan persaan batin dan lebih banyak berpikir rasional.

Nah, jadi mulai sekarang berhentilah main “kode – kodean” sama cowokmu, mending to the point saja, daripada susah-susah kasih kode tapi  si do’i malah tidak peka. Karena memang seperti itulah laki-laki. 😛

source : pixabay.com | CC0
source : pixabay.com | CC0

Nah, itulah beberapa fakta yang bisa kita ketahui berkaitan dengan otak laki – laki dan perempuan. Semoga bermanfaat dan bisa menamgah pengetahuan kita ya.

Referensi:
[1] Brizendine, L. 2006. The Female Brain. Jakarta : Ufuk Press
[2] Rubinow, D., C. Roca, et al. 2002. “Gonadal Hormones and Behavior in Women : concentration versus context” dalam Hormones, Brain, and Behavior, editor D. W. Pfaff, vol. 5 37-74. San Diego : Academic Press.

Berbagi dan Diskusi

Pemimpi Profesional