Mau Status Jomblomu Berakhir? Jangan Tiru Ayam, apalagi Kucing! Contohlah Burung

Burung adalah Contoh Terbaik dalam Melepas Predikat Jomblomu

JOMBLO memang sebuah status yang membuat dilema banyak orang, dan bisa jadi di antaranya adalah kamu. Kamu galau, kamu bingung, kamu pusing, tapi kadang kamu juga enjoy? Complicated ya? Tenang saja, di luar sana juga masih banyak yang sperti kamu kok. Penyandang status jomblo super galaw akut 🙂

Menjadi galau, bingung, dan pusing mungkin adalah ketika kamu mau kondangan, mau piknik, hendak malam mingguan, atau juga saat kamu bersilaturahmi ke keluarga besar pada perayaan hari raya. Yaitu ketika lebaran, natal, Paskah, dan masih banyak lagi. Pertanyaan “calonmu mana? Tante kan cepet pingin gendong dedek…” “Kapan diajak ke sini? Budhe kan juga pingin liat kamu gandengan. Masak kalah sama truk gandengannya.” Duerrrrrr….! *Diinterogasi, serasa disambar geledek.    

Kesel nggak kamu dengan pertanyaan dan pernyataan bertubi-tubi semacam itu?

Ya iya sih, tak semua kesempatan menyebalkan. Karena menyandang status jomblo pun adakalanya membuatmu tetap enjoy. Makan tinggal mikir perut sendiri, gak pakai keluar duit lebih buat nraktir. Main ke sana ke mari kagak ada yang bawel dan crewet ngepoin kamu, dan masih banyak lagi kebebasan yang bisa kamu peroleh dari status jomblo akutmu itu.

Nah, tapi apa ya iya jomblo saja musti dipelihara. Bukankah di dunia ini diciptakan agar berpasang-pasangan? Ada laki, tentu ada perempuan. Ada atas, tentu ada pula bawah. Pasangannya besar kadang juga kecil. Atau bisa jadi besar enjoy juga dengan yang besar, kecil asyik juga dengan yang kecil? Ya bisa saja sih, meskipun kadang musti tahan dengan ledekan ‘jeruk kok makan jeruk’ sihhh…. 😛

Well, menyikapi status kejombloan kamu agar cepat berakhir, maka tirulah burung, jangan mencontoh ayam, apalagi kucing. Kenapa? Simak deh beberapa binatang di bawah ini sebagai bahan pembelajaran agar ujian lolos dari predikat jomblomu memuaskan.

 

Jangan Meniru Kucing. Brisik dan Kurang Bertanggungjawab!

Jomblo Jangan Tiru Kucing
Pic Sources: pixabay.com | CC0

Kamu tahu kan binatang kucing? Itu tuh yang berkaki empat, berbulu lembut, dan kadang juga bertingkah sok kece, jaim dan sok manis, apalagi ketika sedang kenyang.

Coba saja amati, kucing kalau lagi kenyang –bukan ketika sedang kelaparan lhoo– biasanya pura-pura diam dan ogah ngelirik orang yang lagi makan. Nerusin molor di sofa pun di kolongnya. Ya, namanya saja dia masuk dalam kategori binatang yang kuat tidur. Tapi jangan tanya ketika kamu meleng sebentar saja, bisa-bisa ikan yang hendak kamu lahap habis tak bersisa.

Itu mengenai makan dan tidurnya kucing. Nah gimana dalam hal mencari pasangan demi melepaskan status jomblonya? Kucing tuh brisik tauk!! Kamu pastinya tahu, brisiknya kucing itu, jika tak sedang rebutan makanan, pastilah ketika hendak kawin, tak peduli itu malam hari gelap-gulita, sehingga banyak manusia yang sedang lelap menjadi terbangun karena keributannya. Iya, nggak? Iyain aja dehhhh…..

Giliran masuk masa pasca kawin, kucing laki-laki biasanya sih sedikit demi sedikit menjauh. Ngapain dekat, wong udah jadian ini kok, udah dapet. Dan lebih parahnya, ketika sang perempuan sudah hamil, dia hamil sendiri. (Ya iyalah, masak hamil berdua ndroww) 😛

Pun ketika telah melahirkan, mana peduli kucing laki-laki itu pada anak-anaknya. Mangkanya kucing perempuan kalau melahirkan sering banget cari tempat yang tersembunyi. Mungkin ia sadar, itu aib, hasil hubungan –di malam– gelap. Hemmmm….

Nah sekarang tahu kan, kenapa kucing nggak pantes banget kamu tiru buat ngelepasin status jomblomu?

 

Anjing Lebih Oke Daripada Kucing, Tapi Tetap Bukan Pilihan Baik Sebagai Bahan Melepaskan Status Jomblo

Anjing merupakan binatang yang bisa dibilang setia, utamanya pada sang tuan rumah pun indung semang. Tapi jangan sedikitpun menirunya sebagai bahan melepaskan status kejombloanmu. Mau tahu? Kepoin aja anjing tetangga tuh.

Anjing memang sedikit lebih akur bertemu dengan sesama anjing, ia bisa bermain bersama ke sana ke mari. Berbagi rasa dan berbagi makanan. Tapi jangan tanya kalau lagi berhubungan. Anjing benar-benar tak tahu malu. Di tempat umum ia berani-beraninya berhubungan. Lebih gak etisnya, yang awalnya pakai gaya anjing alias doggy style, tapi lama kelamaan malah saling membelakangi. Sudah gitu, malah teriak-teriak lagi. Bukannya diam biar anjing lain gak tahu.

Masak seperti itu mau kamu contoh, mblo? Jangan lah.

 

Kambing pun Jangan Ditiru, Meski satu Kandang, tapi Kalau Sudah Besar Musuhan, Bahkan Menyetubuhi Ibuknya!

Jangan Tiru Kambing
Pic Sources: pixabay.com | CC0

Kambing bisa saja dianggap binatang yang akur, ya karena kebanyakan orang memeliharanya bersamaan dalam satu kandang, dan ketika dilepas untuk diangon pun dia pergi bersamaan pula.

Tapi dalam hal melepaskan status kejombloanmu, jangan lantas meniru kambing meski dalihnya adalah pendekatan berdasarkan kerukunan antarumat kambing. Pasalnya, ketika sudah berkeluarga, beranak-pinak, dan hidup bersama, tak jarang kambing yang beranjak dewasa justru dimusuhi ayahnya. Diserudukin terus.

Ini sangat bisa dimengerti sih, karena bukan semata urusan perut lantaran berebut makanan. Namun juga urusan selangkangan lho ya. Coba kamu amati kambing jantan yang beranjak dewasa, tak jarang justru ia melakukan pedekate terhadap ibu yang melahirkannya, bukan? Ya jadi wajar sajalah kalau sang ayah kambing memusuhi dan berusaha menyeruduknya. So, wahai umat manusia jomblo, janganlah kamu sekali-kali meniru kambing!

 

Ayam adalah Binatang yang Sama Sekali Tak Pantas Kamu Tiru, Saudara-Saudari!

Jangan Tiru Ayam
Pic Sources: pixabay.com | CC0

Kalau di atas adalah binatang berkaki empat, kita ganti aja contoh lain yang tak layak ditiru, yaitu binatang berkaki dua. Ayam!     Kenapa ayam tak pantas ditiru sebagai bahan pembelajaran demi kelolosan dalam ujian para jomblo? Ya karena sikap dan sifat ayam sudahlah amat tak terpuji.

Mari kita amati induk ayam yang terdiri dari jago alias ayam pejantan dan juga babon alias ayam betina.  Sang ayam jantan akan melakukan manuver dalam mencapai segala tujuannya, bujuk rayu dan trik ia keluarkan. Lihat saja ketika kamu memberikan makanan kepada mereka. Seolah-olah ayam jantan itu memberikan kesempatan kepada sang babon agar makanan jatahnya ia lahap. Tapi jangan tanya setelah itu, sang jago akan segera melakukan manuver lanjutan, mengejar dan berputar-putar disekitar tubuh sang babon, dan lalu… yaaaa, kamu bisa deh membayangkan. Mereka bersetubuh di depan kita, brayyy… *Ya Tuhannnnn… Lindungilah hamba dari godaan ayam yang terkutuk ini…

Tapi bukan semata-mata itu kesalahan sang jago lho. Karena tak jarang sang babon pun memberikan kesempatan sih. Khususnya ketika ia sedang butuh, maka ia pun akan berteriak petok-petok, tepe tepe alias tebar pesona gitu dehhhh….

Sampai di sini, ayam jago sudah tak peduli lagi persoalan setelahnya. Mau bertelur kek, mau mengeram kek, mau menetas kek, mau momong anak uthuk-piyiknya kek, itu ma urusan babon. Sorry yaaa, jago hanya pantas merayu dan mengganggahi.

Duh duh duhhhh…. Apa ya gitu kamu mau tiru, mblooo…? Masya Allah….

Burung Sangat Layak Kamu Pelajari Demi Lolos dari Status Jomblo dengan Mendapatkan Predikat Terbaik

Burung Adalah Bahan Pelajaran untuk Lolos Dari Status Jomblo
Pic Sources: pixabay.com | CC0

Kamu musti tahu kalau burung itu merupakan binatang yang banyak digemari orang. Karenanya tak sedikit komunitas pecinta burung yang ada di sekitar kita dan mereka pun sering mengadakan kegiatan. Entah burung pekicau, burung merpati, dan lain-lain. E tapi jangan bicarakan burung ayah yaaaaa… Ini lagi bicara burung yang bisa dipelihara di dalam sangkar pun kandang lain yang lebih besar lho.

Ada banyak ragam burung, namun yang pasti antara burung satu dengan  lainnya jarang sekali kita melihat mereka berantem. Iya, pastilah ada yang berantem baik antar burung sama pun burung yang berbeda jenisnya. Namun itu semua volumenya tak sebanyak binatang lain, bukan?

Burung acap terbang berkelompok, hinggap di pohon, ranting dan dahan-dahannya juga berbarengan. Burung sering pula memiliki rumah yang sama, entah bergerombol –dalam gua, dan lain-lain– ataupun membuat sarang dalam pohon yang berdekatan. Burung manyar bergerombol dengan burung manyar, sarangnya pun banyak dan bergelantungan di pohon yang berdekatan. Begitu pula burung bangau selalu bersamaan, baik ketika sedang terbang, ataupun saat turun ke sawah mencari asupan makanan. Begitu tabiat-tabiat burung itu pada umumnya.

Nah, hal lain menyangkut status jomblo kamu, kita bisa pelajari dari tabiat burung ini.

Ketika sedang pedekate ia tak segan menunjukkan kepiawaiannya, entah dalam hal berkicau, dalam mencarikan makanan, dan lain sebagainya. Pamer kemampuan demi mengambil hati yang ditaksir gak papa kan, mblo..?

Begitu “sudah jadian,” pasangan burung ini akan saling menjaga, acap bercengkrama berduaan, dan meski terbang dalam kelompok besar, mereka akan sering berdekatan. Ya bisa saja sih ini adalah kelemahannya karena bisa dikatakan protektif dan posesif. Tapi coba sekali lagi kamu amati sepasang burung itu deh.

Sebelum mereka kawin, biasanya sepasang burung itu akan bersama-sama membuat sarang dari bahan yang ada di sekitarnya. Dan akan lebih menarik kita lagi, ketika melihat burung lain di luar pasangannya bahkan juga dengan sukarela membantu membikin sarang itu. Hebat nggak solidaritas burung itu?

Setelah rumah jadi, dan sepasang burung ini kawin, dalam keluarga kecil itu mereka saling menaruh kepercayaan. Mencari makan bersama dan bergantian, menikmati makanan yang diperoleh pun bersamaan, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Selanjutnya setelah sang gadis yang sudah tak perawan itu bertelur, fase-fase produksi itu tetap mereka lewati bersama hingga tiba waktunya mengerami telur.  Selanjutnya dalam hal mengerami telur, antara burung laki dan burung perempuan juga berbagi peran. Saling bergantian. Misalnya ketika si perempuan harus mengerami, maka sang laki tak akan lupa mencarikan makanan untuk pasangannya, pun sebaliknya. Pada saat masa-masa mengerami telur itu, sepasang burung itu pun tak akan tega tinggal berjauhan. Mereka saling menguatkan.

Setelah mengeram kemudian menetas, peran sepasang burung itu tetap solit. Saling bergantian baik dalam mencarikan makanan pun menunggui dan menyuapi cindhil–si kecil anaknya itu.      Aktivitas terus berlanjut, tatkala si cindhil beranjak remaja dan dewasa, maka siklus sebagaimana yang dialami sang induk dilakukan serupa.

Nah ini dia tabiat burung dalam melepaskan status jomblo, mencari pasangan, merawatnya, dan membina rumah tangga. Pantas banget kan kalau musti kamu contoh?

Ayolah, selain memelihara burung pasanganmu, opsss, pelihara juga tabiatmu sebagaimana sikap burung yang halus tutur kata dan baik budi pekertinya itu. Berkicau bersama, menyanyikan lagu sedih-senang dengan riang gembira, kurangi keluh-kesah karena hidup tetap harus dijalani selaras dengan alam milik-Nya. [uth]

Berbagi dan Diskusi

Written by Utroq Trieha

Hayooo... Kamu Ngepoin aku yaaaa...?
Gak papa sih... Tapi akan lebih baik kalo kamu kepo artikel-artikel di situs kepo[dot]id ini aja deh... :P