Mengenang Kisah Rangga dan Cinta Lewat Puisi-puisi Romantisnya

Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh,

Bagi penggemar film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), tentu tidak akan merasa asing dengan penggalan puisi ini. Film AADC selalu bisa memikat hati para penggemarnya melalui puisi-puisi romantis yang menjadi bumbu kisah asmara Rangga dan Cinta.

Kabarnya film AADC 2 sebentar lagi akan dirilis, dan puisi-puisi dalam film ini pun akan berbeda dari film sebelumnya. Adalah Aan Mansyur, Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan ini yang dipercaya oleh Mira Lesmana membuat puisi untuk film AADC 2.

Meski puisi-puisi baru akan mengisi film AADC 2, puisi-puisi romantis pada film AADC pertama hingga saat ini masih melekat di hati penggemarnya. Untuk kembali mengenang kisah asmara Rangga dan Cinta, berikut inilah puisi-puisi karya Rako Prijanto dalam film AADC yang pertama tayang pada tahun 2002.

sumber : youtube.com
sumber : youtube.com

Tentang Seseorang

Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Ku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar
Bosan Aku dengan penat,
Dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika Ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai,
biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai?

sumber : youtube.com
sumber : youtube.com

Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh,
serupa tubuh yang mengakar.
Setiap nafas yang terhembus adalah kata.
Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan.
Tangan kita terikat… Lidah kita menyatu…
Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu.
Hahhh… Di luar itu pasir… Di luar itu debu…
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada.
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu.
Jiwa ini tandu… Maka duduk saja…
Maka akan kita bawa … Semua…
Karena kita adalah satu.

sumber : musik0nline.blogspot.com
sumber : musik0nline.blogspot.com

Ada Apa Dengan Cinta?

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu,itu saja.

Berbagi dan Diskusi

Written by Yudi Setyadi

Penyuka kopi dan gunung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *