Dibuang Tidak Membuat Hidupmu Berakhir, Belajarlah dari Pesepakbola yang Buat Mantan Klubnya Patah Hati

Dunia belum berakhir saat dirimu terbuang

Siapa bilang terbuang membuat hidupmu berakhir? Mungkin kamu akan merasakan sakit saat terbuang dari kenyamanan atau situasi yang semula dianggap ideal. Tapi percayalah dunia belum berakhir saat itu. Hidup masih harus berlanjut dan Kamu tentu belum pantas menyerah.

Sepakbola bisa jadi tempat belajar. Banyak pemain yang dibuang justeru menuai kesuksesan setelahnya di klub yang baru. Ini bisa buat klub lama patah hati pastinya. Ya itu, hidup belum berakhir. Ini adalah beberapa contoh pemain sepakbola yang terbuang dan menuai kesuksesan.

Samuel Eto’o

Samuel Eto'o berseragam Real Madrid
Samuel Eto’o berseragam Real Madrid. Sumber: elconfidencial.com

Samuel Eto’o menjadi sangat terkenal saat menjadi pemain Barcelona. Ia menuai kesuksesan besar bersama Barca yang merupakan musuh bebuyutan Real Madrid. Orang banyak yang hanya tahu bahwa Eto’o dibeli dari Real Mallorca. Tak banyak yang tahu bahwa pemain ini pernah berseragam Real Madrid.

Eto’o adalah pemain yan dibuang dari Madrid. Pada tahun 1996 pemain ini berada di Madrid. Sayangnya, ia hanya tampil beberapa kali dan lebih banyak menjadi “anak tiri” dengan dipinjamkan ke beberapa klub, seperti Espanyol dan Mallorca. Eto’o hanya bermain enam kali saat dijual ke Mallorca. Ia menjadi emas bagi Barcelona yang mendulang pelbagai piala saat menggunakan jasa pemain ini.

Gerrad Pique

Pique Berseragam MU.
Pique Berseragam MU. Sumber: http://www.shropshirestar.com/

Pique yang gemilang di Barcelona kini adalah anak didik La Masia, perguruan sepakbola milik Barca. Tapi, pemain ini pernah dijual ke Manchester United. Sayangnya, ia harus kalah bersaing dengan nama-nama besar para pemain bertahan MU saat itu, seperti Ferdinand. Pindah ke MU pada 2004, ia dibawa kembali ke Barcelona oleh Pep Guardiola yang merupakan mantan pelatih tim Barcelona B. Pep tahu persis potensi Pique. Lepas dari MU, Pique bergelimang piala di Barca. Tak Tanggung, Pique menjadi bagian dari pasukan Barcelona yang 2 kali menghancurkan MU di final Liga Champion.

 

Paul Pogba

Paul Pogba Berseragam Manchester united. Sumber: http://www.zimbio.com
Paul Pogba Berseragam Manchester united. Sumber: http://www.zimbio.com

Pogba adalah penyesalan kedua Manchester setelah penjualan Pique ke klub di mana ia menempa keterampilan bersepakbola: Barcelona. Pogba juga kalah bersaing dengan nama-nama besar di MU MU pada posisi pemain tengah. Juventus, kali ini menjadi klub yang paling beruntung mendapatkan jasa pemain Perancis ini. Terbuang dari MU, Pogba menjadi pemain yang diandalkan sebagai pemain tengah Juventus. Tak sebatas itu, pemain muda ini “katanya” turut diminati oleh Barcelona dan real Madrid.

 

Thierry Henry

Henry berseragam Juventus. Sumber: avalonafc.wordpress.com
Henry berseragam Juventus. Sumber: avalonafc.wordpress.com

Henry bersinar baik di Arsenal. Pemain berjuluk “The King Henry” ini menjadi pemain sangat fenomenal di Arsenal dengan keberhasilannya membawa Arsenal menjuarai liga Inggris pada tahun 2001-2002 dan 2002-2003. Henry menjadi salah satu pemain kunci ketika bermain di Barcelona yang berhasil memenangkan 5 piala sekaligus dalam satu musim pada 2009.

Jangan berpikir hidup akan berakhir saat kamu tersingkir dari sesuatu.

Klub manakah yang merugi atas keperian Henry? Juventus adalah klub yan paling merugi. Juve membeli Henry senilai £ 10,5 juta. Tidak genap setahun, ia dijual ke Arsenal oleh Juventus. Dibeli Arsenal dengan harga yang sama, Arsene Wenger mengubah posisi Henry yang kemudian menjadikannya menjadi salah satu penyerang yang ditakuti para pemain bertahan klub lawan. Juventus tidak sabar terhadap Henry. Pemain ini dinilai tidak cocok dengan cara bermain Liga Seri A Italia yang kemudian menyebabkan Juventus harus menjual pemain ini ke Arsenal.

 

 

Berbagi dan Diskusi

Penggemar sepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *